Effectiveness of Ovitrap Against Aedes aegypti Mosquito In Kemiling Raya Sub-District Bandar Lampung City And The Vulnerability Of Its Larvals To Temephos

Authors

  • Iin Indriyani Universitas Lampung
  • Emantis Rosa Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung
  • Gina Dania Pratami Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung
  • Nismah Nukmal Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.23960/jbekh.v9i1.205

Keywords:

Aedes aegypti, insecticide, ovitrap, temephos, susceptibility

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat, yang disebabkan oleh Virus Dengue. Di Indonesia kasus DBD masih tinggi, khususnya di Lampung, salah satu Kota dengan angka kasus DBD yang masih tinggi adalah Bandar Lampung. Dari berbagai hasil penelitian diketahui ovitrap memiliki fungsi monitoring serta pengendalian Aedes sp.  Upaya pengendalian vektor nyamuk Ae. aegypti banyak dilakukan baik secara alami ataupun dengan cara kimia, cara kimia yang paling umum digunakan adalah penggunaan temephos. Penggunaan insektisida kimia seperti temephos secara terus menerus dapat menyebabkan resistensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas ovitrap di dalam dan luar rumah, mengetahui ovitrap index, serta status kerentanan larva nyamuk Ae. aegypti terhadap temephos di Kelurahan Kemiling Raya Kota Bandar Lampung. Penelitian dilakukan bulan Februari-April 2021. Ovitrap diletakkan di 142 rumah di dalam dan luar rumah, hasil telur dihitung, dipelihara dan diuji kerentananya. Bahan yang digunakan larva instar III hasil pemeliharaan hingga F1. Penelitian dilakukan dengan 4 kali ulangan, menggunakan 25 larva pada tiap gelas dengan larutan temephos 0,02 mg/L dalam 250 mL air dibiarkan kontak uji selama 1 jam dan masa pemulihan selama 24 jam. Hasil yang di dapat 83,10% rumah terdapat telur pada ovitrap dan 16,90% tidak ada telur, jumlah telur pada ovitrap di luar rumah (57%) lebih banyak dari dalam rumah (43%) serta ovitrap index yang didapatkan adalah 72,5%, persentase kematian 99% dan dikategorikan rentan.

 

 

Dengue Hemorrhagic Fever is one of the public health problems, which is caused by the Dengue Virus. In Indonesia, dengue cases are still high, especially in Lampung, one of the cities with a high number of dengue cases is Bandar Lampung. From various research results, it is known thatovitrap has the function of monitoring and controlling Aedes sp. Efforts to control the mosquito vector of Ae. aegypti is mostly done either naturally or chemically, the most commonly used chemical method is the use of temephos. The continuous use of chemical insecticides such as temephos can cause resistance. The purpose of the study was to determine the effectiveness of ovitrapinside and outside the home, to determine the ovitrap index, and the susceptibility status of Ae. aegypti against temephos in Kemiling Raya Village, Bandar Lampung City. The study was conducted in February-April 2021. Ovitrapswere placed in 142 houses inside and outside the house, egg yields were counted, maintained, and tested for susceptibility. Materials used for larvae instar III reared up to F1. The study was carried out with 4 replications, using 25 larvae in each glass with a solution of temephos 0.02 mg/L in 250 mL of water and allowed to contact the test for 1 hour and the recovery period for 24 hours. The results obtained were 83.10% of the house contained eggs in the ovitrap and 16.90% had no eggs, the number of eggs in the ovitrap outside the home (57%) was more than inside the house (43%) and the ovitrap index obtained was 72, 5%, the percentage of deaths is 99% and is categorized as vulnerable.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

Metrics

Metrics Loading ...

References

Anggraeni, S. 2017. Efektivitas Abatisasi Dengan Menggunakan Sistem Membran dan Sistem Tabur [Skripsi]. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hassanudin Makassar. Makassar.

Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. 2019. Evaluasi Program Pengendalian Malaria Tahun 2019. Dinkes Kota Bandar Lampung. Bandar Lampung.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. 2020. Profil Kesehatan Provinsi Lampung. Dinkes Provinsi Lampung. Bandar Lampung.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. 2019. Profil Kesehatan Provinsi Lampung. Dinkes Provinsi Lampung. Bandar Lampung.

FEHD. 2014. Dengue Fever Ovitrap Index Update. https://www.fehd.gov.hk/english/safefood/dengue_fever/ovitrap_index.html, diakses pada tanggal 2 September 2021.

Fuadzy, H., dan Hendri, J.2015. Indeks Entomologi dan Kerentanan Larva Aedes eegypti Terhadap Temephos di Kelurahan Karsamenak Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Jurnal Vektora. 7 (2): 57-64. DOI: https://doi.org/10.22435/vk.v7i2.4504.57-64

Hanifah, N. 2019. Uji Status Kerentanan Larva Nyamuk Aedes aegypti Terhadap Temephosdi Kelurahan Way Kandis Kecamatan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung [Skripsi]. Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Indrayani, Y.A., dan Wahyudi, T. 2018. Situasi Penyakit Demam Berdarah di Indonesia. Info Datin. Jakarta.

Kemenkes RI. 2020. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta.

Kurniawan, T.P. 2016. Angka Bebas Jentik (ABJ) dan Indeks Ovitrap di Perum Pondok Baru Permai Desa Bulakrejo Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Kesehatan. 1 (2): 72-76. DOI: https://doi.org/10.23917/jk.v9i2.4596

Latifa, K.N., Arusyid, W.A., Iswidaty, T., dan Sutiningsih, D. 2013. Pengaruh Ovitrap sebagai Monitoring Keberadan Vektor Aedes sp. di Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa. 3 (1): 26-29.

Mulyatno, K.C., Yamanaka, A., Ngadino, dan Konishi, E. 2012. Resistance of Aedes aegypti (L.) Larvae To Temefos in Surabaya, Indonesia. Southeast Asian J Trop Med Public Health. 43(1):29-33.

Murad, K.U.F. 2019. Uji Resistensi Larva Nyamuk Aedes eegypti Terhadap Abate (Temephos 1%) di Kelurahan Kampung Baru Kota Bandar Lampung. [Skripsi]. Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Nadhiroh, S.A., Cahyati, W.H. dan Arum, S. 2018. Perbandingan Modivikasi Ovitrap Tempurung Kelapa dan Ovitrap Standar dalam Memerangkap Telur Aedes sp. Jurnal Higeia. 2(1): 137-148.

Naswin, Arimaswati, Alifariki, L.A., dan Bangu. 2020. Status Kerentanan Larva Aedes spp. Terhadap Insektisida Organofosfat Di Kecamatan Poleang Timur. Jurnal Healt Sciences. 4 (2): 108-114. DOI: https://doi.org/10.24269/ijhs.v4i2.2383

Oktasari, A., Boewono. D.T., dan Hestiningsih, R. 2011. Status Resistensi Vektor Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti) di Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga Terhadap Temephos (Organofosfat). Jurnal Vektora. 4 (1): 1-13.

Paramita, R.M., dan Mukono. J. 2017. Hubungan Kelembapan Udara dan Curah Hujan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Gunung Anyar 2010-2016. Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Airlangga. 1 (1): 202-212. DOI: https://doi.org/10.20473/ijph.v12i2.2017.202-212

Qamilah, N., dan Krama, V. 2018. Difusi dan Pola Spasial Sebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bandr Lampung. Jurnal Kesmas. 1 (1): 1-10. DOI: https://doi.org/10.31539/kesmars.v1i1.192

Ridha, M.R., dan Nisa, K. 2012. Larva Aedes aegypti Sudah Toleran Terhadap Temepos di Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Jurnal Vektora. 3 (2): 93-111.

Sudiharto, M., Udiyono, A dan Kusariana, N. 2020. Status Kerentanan Nyamuk Aedes aegypti Terhadap Melathion 0,8% Dan Sipermetrin 0,05% Di Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu. Jurnal kesehatan masyarakat. (2):1-12.

Syarifah, N., Rusmantini, T., Tjahjono, D., dan Huda, F. 2008. Ovitrap Ratio of Aedes aegypti Larvae Collected Inside and Outside Houses in a Community Survey to Prevent Dengue Outbreak Bandung Indonesia 2007. Tropical Medicine Parasitology. 3 (1): 116-120.

WHO. 1981. Instruction for Determining the Susceptibility or Resistence of MosquitoLarvae to Insecticide. http://apps.who.int/iris/handle/10665/69615 (diakses pada 17 Oktober 2020).

Widagdo, L. Husodo, B.T. dan Bhinuri. 2008. KepadatanJentik Aedes aegypti Sebagai Indikator Keberhasilan Pemberantasan Sarang Nyamuk (3M Plus) di Kelurahan Srondol Weton Semarang. Makara Kesehatan. 12 (1):13-19.

Wijayanti,S.P.M., Dian, A., dan Arrum, F.A.M. 2017. Pengukuran Ovitap Index (OI) Sebagai Gambaran Kepadatan Nyamuk di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) Kabupaten Banyumas. Jurnal Kesmas Indonesia. 9 (1): 56-63 [Tesis]. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Semarang. DOI: https://doi.org/10.20884/1.ki.2017.9.1.228

Yanti, A.O. 2012. Status Resistensi Vektor Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti) Di Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga Terhadap Temephos (Organofosfat). Jurnal Vektora. 4 (1): 9-21.

Zumaroh. 2015. Evaluasi Pelaksanaan Surveilans Kasus Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Putat Jaya Berdasarkan Atribut Surveilans. Jurnal Berkala Epidemiologi. 3 (1): 82-94. DOI: https://doi.org/10.20473/jbe.V3I12015.82-94

Downloads

Published

2022-01-06

How to Cite

Indriyani, I., Rosa, E. ., Dania Pratami, G. ., & Nukmal, N. . (2022). Effectiveness of Ovitrap Against Aedes aegypti Mosquito In Kemiling Raya Sub-District Bandar Lampung City And The Vulnerability Of Its Larvals To Temephos. Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen Dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH), 9(1), 57–64. https://doi.org/10.23960/jbekh.v9i1.205

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>